Sorong - Komandan Kodim 1802/Sorong Letkol Inf Renaldi S.I.P., M.Han hadiri kegiatan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Kodam XVIII/Kasuari dan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih. Bertempat di Kampung Klatifi, Jalan Nusantara, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Senin (06/04/2026).
Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riady,
S.I.P. memimpin kegiatan mengatakan “bahwa program pembangunan jembatan ini
merupakan program nasional yang dilaksanakan tidak hanya di Papua Barat Daya,
tetapi juga di seluruh Indonesia. Pembangunan hingga Desember 2026 ditargetkan
sebanyak 7.000 jembatan perintis maupun jembatan penghubung akan dibangun untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat, baik antar desa, kampung, maupun distrik.
Untuk jajaran Korem 181/PVT sendiri
terdapat 9 titik pembangunan yang tersebar di wilayah Kota Sorong, Kabupaten
Sorong, Raja Ampat, Sorong Selatan, hingga Maybrat. Kehadiran jembatan ini
diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat aktivitas
ekonomi, serta mempermudah akses antarwilayah.Terangnya.
Program ini dilaksanakan secara
swakelola dengan melibatkan sekitar 20 personel TNI dan dukungan tenaga tukang.
Konsep padat karya ini dinilai mampu menghemat anggaran pemerintah karena tidak
melalui mekanisme tender kepada kontraktor. Dengan metode ini, biaya dapat
ditekan sehingga target pembangunan 7.000 jembatan secara nasional dapat
tercapai,” jelasnya.
Ia menambahkan, target penyelesaian
setiap titik pembangunan berkisar 20 hingga 30 hari, dengan capaian 10 hingga
15 titik.
Selanjutnya, pembangunan akan
dilanjutkan kembali pada bulan Mei di lokasi lainnya. Harapan melalui program
ini dapat mendorong percepatan pembangunan di daerah serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui konektivitas yang lebih baik. “Kami sebagai
aparat negara siap mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan
perekonomian masyarakat,” Tegas Danrem 181.
Sementara itu, mewakili Pemerintah
Provinsi Papua Barat Daya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan
Rakyat, Dr. Drs. Suardi Thamal, menyampaikan apresiasinya terhadap program
Presiden tersebut. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, sinergi antara
pemerintah dan TNI mampu menjangkau pembangunan di wilayah yang sebelumnya
sulit tersentuh. “Pembangunan ini sangat membantu akses masyarakat, baik untuk
perputaran ekonomi maupun anak-anak sekolah yang harus menyeberang. Harapannya
kegiatan ini terus berlanjut demi kemajuan Papua Barat Daya,” ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar